Perlombaan Fotografi PEKSIMIDA

PEKSIMIDA adalah kependekan dari Pekan Seni Mahasiswa Tingkat Daerah. Salah satu bidang yang diperlombakan di PEKSIMIDA yaitu fotografi. Pada PEKSIMIDA tahun ini, tema untuk lomba fotografinya yaitu “Indonesia Masa Kini”. Foto-foto hasil karya mahasiswa dari daerah Jakarta ditampilkan di pameran fotografi yang diadakan PEKSIMIDA di Universitas Gunadarma.

Berdasarkan pemantuan secara langsung ke tempat pameran fotografi tersebut, foto-foto hasil karya mahasiswa rata-rata membahasa tentang kemiskinan, perkembangan jaman, pelanggaran peraturan, kekerasan, demonstrasi, perjuangan hidup, dan patriotisme.

  1. Kemiskinan: Penggambaran tentang kemiskinan di Indonesia dapat kita lihat dari foto-foto tentang pengemis, pengamen jalanan, pemukiman kumuh, dan lain-lain.
  2. Perkembangan jaman: Foto-foto yang menyoroti tentang bagian ini hanyalah sedikit dibanding yang lainnya. Salah satu foto yang membahas tentang perkembangan jaman yaitu foto tentang kendaraan angkutan massal, Busway.
  3. Pelanggaran peraturan: Beberapa foto yang membahas tentang pelanggaran peraturan yaitu foto tentang pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, pelanggaran rambu lalu lintas, menaiki kereta api di atas gerbong kereta api, dan lain-lain.
  4. Kekerasan: Foto tentang tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian ini salah satunya adalah foto yang membahas tentang kekerasan.
  5. Demonstrasi: Aksi demonstrasi mahasiswa dan aksi demonstrasi organisasi-organisasi masyarakat masuk ke bagian foto-foto yang membahas tentang demonstrasi.
  6. Perjuangan hidup: Salah satu foto-foto yang membahas tentang perjuangan hidup yaitu tentang sekumpulan tukang sampah yang mencari nafkah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
  7. Patriotisme: Foto para veteran perang dan foto pengibaran bendera merah putih yang sangat besar adalah foto-foto yang menyoroti tentang patriotisme

Berikut ini saya akan membahas beberapa poin penting dalam hasil karya fotografi mahasiswa ini yaitu:

  • Spesial efek

    Hampir semua foto-foto yang ditampilkan di pameran ini menggunakan efek yang artistik. Beberapa di antaranya ada yang menggunakan sephia, atau black & white yang dipadukan dengan efek pencahayaan yang baik.

    • Sudut pengambilan gambar

      Sebagian foto-foto di pameran ini dapat menerapkan teknik pengambilan gambar yang baik dari sudut yang tepat. Sedangkan sebagian lainnya masih belum dapat menerapkan teknik ini, sehingga penyampaian pesannya kurang dapat dimengerti.

      • Kesesuaian dengan tema

        Hampir semua foto-foto di pameran ini sesuai dengan tema yang diminta yaitu “Indonesia Masa Kini”. Namun, beberapa di antaranya ada yang sama sekali tidak sesuai dengan tema. Hal ini mungkin disebabkan salah pengambilan gambar dari sudut yang tidak tepat, sehingga pesan yang ingin disampaikan sang fotografer tidak dapat disampaikan dengan tepat kepada orang yang melihat fotonya.

        Menurut saya, dari semua foto-foto yang ditampilkan di pameran fotografi itu hanya satu yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Indonesia saat ini. Foto tersebut berjudul “Unfinished Project”, yaitu foto tentang tiang-tiang jalur monorail yang batal dilanjutkan karena kurangnya dana untuk proyek tersebut. Foto ini menurut saya sangat tepat dengan tema, dimana di Indonesia sekarang ini banyak sekali pembangunan yang terlalu terburu-buru dan tanpa memikirkan dana, sehingga pembangunan tersebut gagal dilanjutkan. Monorail adalah salah satunya, dan tiang-tiang penyangga jalur Monorail adalah saksi bisu dari kegagalan proyek ini.

        Iklan

        Satu Tanggapan

        1. minal aidzin walfa idzin mogon maaf lahir dan batin

        Tinggalkan Balasan

        Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

        Logo WordPress.com

        You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

        Foto Google+

        You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

        Gambar Twitter

        You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

        Foto Facebook

        You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

        Connecting to %s

        %d blogger menyukai ini: